Selamat datang di sekolah perdamaian.
Sekolah perdamaian merupakan sebuah upaya dari beberapa generasi muda lintas identitas (suku, agama, adat, ras, pendidikan, dan ekonomi) di Indonesia untuk mewujudkan kehidupan damai di Indonesia. Sekolah perdamaian bukan sebuah organisasi formal melainkan organisasi terbuka bagi siapa saja generasi muda Indonesoia yang mempunyai perhatian terhadap perdamaian bangsa dan tanah air.
Sekolah perdamaian di inisiasi oleh pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang diantaranya adalah Muhammad Mukhlisin (Muslim, NU), Ryan Nalla (Buddhis), Chen Chen (Muslim, Syiah), Ridwan (Tionghoa), Radja Samu, (Hindu), Lucia Wenehen (Katholik), Chris Poerba (Protestan, HKBP), Rahmat Ali (Ahmadiyah), Ramadona Julianto (Muslim, Gusdurian), dll.
Sekolah perdamaian pada awalnya menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi seputar isu-isu perdamaian dan toleransi di Indonesia. Namun belakangan kegiatan sekolah perdamaian tidak hanya berkutat pada persoalan diskusi belaka, beberapa program kepemudaan seperti pelatihan dan bakti sosial juga menjadi perhatian teman-teman sekolah perdamaian.
Sekolah perdamaian mempunyai semboyan "menyalakan lilin kecil lebih baik dari pada menghujat kegelapan." Mari bergabung dengan komunitas sekolah perdamian untuk Indonesia yang lebih damai...
Sekolah perdamaian merupakan sebuah upaya dari beberapa generasi muda lintas identitas (suku, agama, adat, ras, pendidikan, dan ekonomi) di Indonesia untuk mewujudkan kehidupan damai di Indonesia. Sekolah perdamaian bukan sebuah organisasi formal melainkan organisasi terbuka bagi siapa saja generasi muda Indonesoia yang mempunyai perhatian terhadap perdamaian bangsa dan tanah air.
Sekolah perdamaian di inisiasi oleh pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang diantaranya adalah Muhammad Mukhlisin (Muslim, NU), Ryan Nalla (Buddhis), Chen Chen (Muslim, Syiah), Ridwan (Tionghoa), Radja Samu, (Hindu), Lucia Wenehen (Katholik), Chris Poerba (Protestan, HKBP), Rahmat Ali (Ahmadiyah), Ramadona Julianto (Muslim, Gusdurian), dll.
Sekolah perdamaian pada awalnya menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi seputar isu-isu perdamaian dan toleransi di Indonesia. Namun belakangan kegiatan sekolah perdamaian tidak hanya berkutat pada persoalan diskusi belaka, beberapa program kepemudaan seperti pelatihan dan bakti sosial juga menjadi perhatian teman-teman sekolah perdamaian.
Sekolah perdamaian mempunyai semboyan "menyalakan lilin kecil lebih baik dari pada menghujat kegelapan." Mari bergabung dengan komunitas sekolah perdamian untuk Indonesia yang lebih damai...